Anak budak telulas


- Ada apa? Ayah

- Ada maling masuk rumah kita

- Ayah khawatir anak jadi melihat

-  Aduh, dan ini sudah ditangkap?

- Belum

- Tapi ayah sudah menggunakan Phor Manot mengejar tangkap dia

- Anak sudah tidur?

- Ya, sudah tiduran tadi

- Dan kenapa tidak ada Nom Orn tidur temanin

- Nom Orn pergi siap benda kepada keponakan

- Adik perempuannya mau mengunjungi di kota di utara

- Jadi dia mau menolong memberikan benda

- Ayah mau membuat apa?

- Atau ayah berpikir anak sembunyi maling di kamar?

- Bukan

- Karena

- Karena apa?

- Ayah tidak percaya anak, boleh langsung berbicara

- Bukan ayah tidak percaya anak

- Rumah kita ada banyak tinggal, susah ada sipa mudah masuk

- Ayah kira adalah budak mencuri benda

- Dan anak seperti orang lembut hati

- Mungkin setuju membantu kalian

- Tapi ayah sudha tahu bahwa tidak ada siapa

- Ayah minta maaf, Mae Namthip

- Anak boleh tidur terus

- Ayah tidak mau mengganggu hati lah

- Bisa keluar

- Kaew, cepat cari keluar dari rumah

- Kalau ayah tidak ketemu, ayah mungkin panggil semua orang

- Kalau Kaew tidak ada, pasti ditangkap

- Tidak dong, kecuali Nom Orn, tidak ada siapa tahu bahwa aku sudah kembali dari kantor polisi

- Kalau tidak ketemu saya, saya bisa ada alasan

- Jadi sudah bisa bilangkah, kenapa bersembunyi masuk rumah

- Selain bersembunyi masuk, juga ada bersembunyi mendengar ayah

- Kalau tidak bisa bilang, saya inilah mau hukuman Kaew diri

- Ada apa banyak

- Banyak maling di kota, tidka tangkap, hanya ikut campur Ua (aku) saja

- Mau cek boleh lah

- Tapi kalau barang Ua (aku) hilang, pasti ada masalah

- Kapan Bangkok ada polisi yang mengerti hati Ua (ku)

- Khun Namthip berbicara apa?

- Dia berduka di hati banget, tidka berpikir dulu bahwa Khun Manot mau membuat apa jahat seperti ini

- Dan dia menolong saya minta maaf Khun Phra

- Yang seperti alasan Khun Phra terima bahaya

- Alasan apa. Khun Namthip dia tidka membuat apa-apa

- Orang yang salah yaitu Khun Manot

- Dan Khun Phra mau membuat apa terus?

- Mau laporan bahwa orang di gambar yaitu P’Bunmee kah?

- Sudah terlalu terlambat, Kaew

- Tadi pagi, orang dari kantor polisi baru memberi tahu kepada Khun Phi bahwa gambar itu sudah hilang

- Dan orang pecandu opium sudah membunuh diri

- Kenapa seperti ini

- Atau

- Tidak usah tebak, mungkin ikut seperti yang kamu mendengar

- Than Chao Khun Chaiyakorn kejam, lalim

- Membunuh menutup mulut untuk kasus tidak sampai keponakan laki-lakinya

- Dengan tidak bertobat

- Saya salah diri

- Kalau malam itu, saya laporan bahwa orang di gambar adalah P’Bunmee

- Mungkin tidak seperti ini

- Saya hanya ragu-ragu, mau memeriksa sampai yakin dulu, jadi terlewatkan

- Bukan kesalahan Kaew dong

- Walau Kaew laporan, tidak bisa lebih baik

- Karena namun Than Chao Khun Chaiyakorn mau membela keponakan laki-lakinya

- Mungkin Bunmee juga ikut meninggal

- Betul, Nong Daeng

- Kalau kita sudah tahu seperti ini, saya harus lebih berhati-hati diri

- Karena kelompok orang sepeti ini

- Hati terlalu kejam

- Nong Daeng juga

- Kamu menungu melihat

- Hal yang Than Chao Khun Chaiyakorn membuat

- Mendidik jahat kepada keponakan laki-lakinya

- Hari nanti mau kembali ke Than Chao Khun diri

- Paklik jangan marah saya, saya perlu membuat benar

- Perlu membuat

- Sampai harus pindah dari Kementerian Dalam Negeri menjadi polisi patroli?

- Membuat seperti ini sama dengan membuat malu kepada paklik

- Atau Phor Manot berpikir paklik sudah habis tenaga tidka bisa angkat Phor Manot lagi

- Benarkah?

- Siapa berani berpikir itu?

- Semua orang tahu bahwa di Kementerian Dalam Negeri, paklik adalah paling tinggi tidak lebih kecil daripada siapa

- Tapi saya malu yang tida diangkat jadi KhΓΊn

- Kerja terus, khawatir ada orang cemooh saja

- Paklik, bolehkan saya pindah kerja polisi patroli

- Paklik permah mengingati Phor Manot 

- Sama orang yang lebih rendah, bisa zalim 

- Tapi kalau orang yang sama atau lebih tinggi, Phor Manot harus membuat baik kepada mereka 

- Tapi Phor Manot tidka pernah mendengar

- Berlagak sampai orang jijik, benci

- Dan bagaimana terus, sampai terlewatkan jadi ada orang nista

- Saya tahu

- Tapi namun saya tidak bisa di Kementerian Dalam Negeri terus benar

- Pindah jadi polisi, masih ada beberapa orang dari ayah

- Namun lebih baik daripada disini terus

- Mau pergi, teserah

- Tapi ingat lah

- Kalau Phor Manot pindah kerja di polisi patroli

- Paklik sudah tidak bisa membantu lagi

- Kalau ada apa terjadi

- Phor Manot membantu diri lah

- Bisa bantu, kenapa tidak bisa bantu jadi KhΓΊn

- Khunnai Nim dekat melahirkan anak

- Kaew mengambilkan benda ini dan mengasuh dengan baik

- Seperti perempuan tinggal berdua, kalau ada apa pada malam mau susah

- Saya mau mengasuh Khunnai Nim dengan baik

- Khunnai Nim seharusnya pindah ke rumah ini

- Banyak budak jadi tidak usah khawatir apa-apa

- Ayah tidak setuju

- Kenapa?

- Masalah derajatnya, kenapa mau tahu Ai Khok

- Cepat pergilah

- Masih ada tinggal banyak tugas untuk Than Chao Khun

- Sampai rumah Khunnai Nim, sudha malam banget

- Pergi

- Saya sudah siap tempat tidur

- Sudha selesai mandi jad bisa tidur

- Kalau ada apa, bisa panggil saya sama Ai Khok

- Saya sudah tahu

- Istri mau melahirkan hari ini, hari besok, tapi kakek Than Chao Khun itu tidak mengasuh

- Lepas tugas budak saja

- Than Chao Khun ada banyak kerja

- Sejak Sadej Nai Krom mangkat

- Beliau harus lebih banyak kerja

- Beliau juga khawatir Khunnai Nim

- Wanti-wanti selalu harus mengasuh dengan baik

- Tidak usah malah menolak

- Mau ada kerjakah, saya belum melihat kakek Than Chao Khun itu mengasuh P’Nim

- Kini hanya menhirim uang untuk mengasuh P’Nim saja lah

- Jadi saya memaksa setuju dia seperti kakak ipar

- Kalau beretngkar kepada Nang Jerm, tidak tahu siapa mau kalah, siapa menang

- P’Nim kenapa, mau memlahirkan?

- Cepat

- Mungkin P’Nim mau memlahirkan, harus membuat apa

- Saya sama Ai Khok mau cepat panggil bidan

- Iya, cepat

- Tahan

- Sakit perut banget

- Jangan memlahirkan sekarang, saya tidak bisa membuat apa-apa

- Sabar P’Nim

- Tidak ada disini, keluar membantu memlahirkan sejak petang belum kembali

- Dia baru meninggal kemarin, mencari orang lain lah

- Aku sudah bilang aku bukan bidan

- Dan tante tahu bidan dekat disini kah?

- Tidak tahu

- Ai Khok, aku tidak bisa ketemu bidan, dan engkau lah?

- Sama, Phi

- Dan kita harus membuat apa terus?

- Tidak tahu sekarang Khunnai Nim bagaimana

- Enteng

- Sebentar, aku mau jatuh sampai kaki pecak

- Tidaklah, Khunnai Nim mau memlahirkan

- Jadi angkat dua lengan lah

- Enteng sih

- Enteng

- Pelan-pelan

- Mae Ob Choey, Phi sakit perut banget

- Ibu

- Bagaimana anak

- Saya sakit perut

- Ibu menolong bantu saya

- Ob Choey, kamu ambil kain lalu mengikat di puncak tempat tidur ntuk Mae Nim tarik saat angkuh

- Oke, tante

- Tarik napas dalam

- Ini berdiri melihat saja, cepat mendidih air panas, cepat sih

- Ai Khok engkau cepat mendidih air panas, aku mau memberi tahu kepada Than Chao Khun

- Pergi, Phi

- Cepat pergi

- Tarik napas dalam

- Dan kenapa baru memberi tahu kepada aku

- Kalau anakku terbahaya, aku mau menghukum engkau, Ai Kaew

- Waktu itu, saya cepat panggil bidan, jadi tidak bisa memberi tahu kepada Than Chao Khun

- Kereta kuda ada disini

- Cepat pergi

- Anak ayah, muka begitu imut

- Saya ingin punya anak laki-laki untuk menurunkan marga sejak lama

- Berbicara makasih, tapi saat mae Nim sakit perut sampai mau meninggal, tidak ada datang mengasuh

- Tante, meolong berhenti perang hanya 1 hari 

- Ikut campur benar

- Begitu Mae Norm

- Namun anak saya adalah cucu asli Mae Normnya

- Mau marah, benci apa, seharusnya hari nanti

- Tante, nyok melihat cucu

- Terlalu gila cucu

- Aku mau melihat dulu

- Tante begitu tidka gila kepada cucu

- Menolong melihatsih bahwa anak lebih mirip saya atau Mae Nim

- Seperti Than Chao Khun, masih mau tanya terus

- Than Chao Khun mungkin senang banget yang terima anak laki-laki, P’Kaew

- Pastilah

- Sekedar Than Chao Khun punya anak kecil saat umur banyak seperti ini, jadi begitu senang

- Apalagi terima anak laki-laki, tidak ada cocok untuk dibanding

- Ai Khok, malam ini engkau menginap disini, malam ini aku harus kembali tidur di rumah Than Chao Khun

- Hujan, kenapa cepat pulang

- Aku pernah bohong Khunnai Norm bahwa aku adalah orang daerah sini

- Kalau bukan karena fokus tentang memkahirkan anak

- Khunnai Norm sudah curiga sampai tahu

- Kalau aku disini lama, mungkin rahasia terbuku

- Dan aku harus cepat memberi tahu berita baik kepada Khun Namthip juga

- Aku pamit

- Hati-hati basah

- Sebagai anak tubggal sejak lama, terakhirnya sebagai kakak

- Jadi anak laki-laki juga

- Khun Phor harus senang pasti

- Dan Khun Namthip mau mengunjungi anak bungsu kapan

- Kalau Khun Namthip pergi, Khunnai Nim pasti senang

- Saya harus mencoba minta ayah dulu

- Karena beliau tidka mau saya banyak hubungan dengan Mae Nim

- Beliau angkat saya lahir dari istri utama, tidak seharusnya membuat rendah diri hubungan dengan istri simpanan

- Tapi saya tidak melihat seperti itu, tapi menjadi kasihan Mae Nim

- Yang harus menjadi tahapan seperti ini

- Khun Namthip ada welas asih selalu, kakak yang tidak khawatir adik ambil asmara

- Harus khawatir ambil harta

- Tapi Khun Namthip welas asih kepada anak bungsu seperti ini

- Pasti hidup anak bungsunya ada bahagia

- Anak laki-laki lah, kenapa saya tidak mencinta

- Dan anak saya baru lahir, siapa mau iri

- Lahir sebagai laki-laki, sama dengan ambil harta gue

- Anak istri simapanan tidak cocok lahir

- Ambil anak dari istri simpanan dibanding sama Khun Manot bagaimana?

- Than Chao Khun mungkin tidak angkat dan bagi harta lebih banyak daripada Khun Manot

- Lu mau tahu apa

- Paklik ingin punya anak laki-laki sejak lama

- Tapi bibi tidak bisa memberi

- Jadi minta mengasuh gue sejak kecil

- Walapun kemudian punya Nong Namthip

- Tapi paklik masih mau ada orang terus marga

- Dan nanti, paklik mau masih tertarik gue?

- Anak kecil banget, kenapa harus khawatir

- Ada kesempatan jadi mendidik untuk memberi tahu bahwa siapa seperti jari kelingking siapa jari jempol

- Membuat seperti itu mungkin takut semua anak dan ibu

- Khun Manot ada disini, baiklah

- Ini Phra Nititham Leucha, sebagai hakim

- Kami kenal asli, Khun Luang

- Rumah rakit saya ada di dekat rumah Khun Manot

- Begitu, saya membuat apa begitu malu

- Kalau seperti itu, saya pamit, Khun Luang

- Silahkan

- Khun Manot kenal Khun Phra juga?

- Untung benar

- Untung apa?

- Hanya Ai... 

- Hanya hakim, tidak ada tenaga apa

- Sudah salah lah, Manot, saya mau memberi tahu

- Khun Phra sedang maju di kerja banget

- Nanti meskipun tahapan Phraya

- Meskipun hadiah “Phan Thong” (Baki bunga emas) atau skor tahapan  “Meun Rai” (puluh ribu) pasti terima

- Ai Khun Phra rumah rakit mau jadi Phraya Phan Thong

- Seperti ini tahapan sama Than Chao Khun sih

- Apalagi terima skor tahapan  “Meun Rai” (puluh ribu)

- Itu lebih tinggi daripada Than Chao Khun

- Mungkin

- Ai Khun Phra masih muda tapi tahapan “Khun Phra”

- Kalau terima skor “Meun” (puluh ribu) tidak aneh lah

- Jadi Khun Manot tidak setuju

- Sekarang dia mau dekat sama Khun Namthip

- Kalau nanti dia diangkat tahapan jadi “Phraya”

- Khun Manot tidak bisa menang dia

- Jadi kita harus membasmi sejak asal

- Khun Manot mau serangkan AI Khun Pra lagi?

- Kalau seperti yang lalu...

- Lu diamlah, Ai Khem

- Lu kembali itu kenapa lagi

- Kali yang lalu, gue sama Khun Manot ceroboh

- Dan alasan yang Khun Phra bisa berhidup terus karena ada orang membantu dia

- Kita harus membasmi orangnya dulu

- Kalau sepeti itu, hal membasmi kepada Khun Phra, tidak susah lagi

- Dan siapa membantu dia? Phi

- Bodoh

- Mau siapa lagi lah

- Ai Kaew mungkin tidur nyenyak, Phi Mee

- Bersmbunyi melihat sejak lama, tidak melihat dia pergi ke rumah rakit

- Bodoh, karena bersembunyi melihat sejak lama, tidak merasa aneh?

- Bahwa kenapa Ai Kaew tidur tidak pindah-pindah

- Mungkin dia tidur nyenyak benar, Phi Mee

- Atau dia bukan Ai Kaew

- Mungkin Ai Kaew menggunakan siapa jadi dia

- Orang seperti dia, licik banget

- Jadi kita masuk melihat lah, kalau orang yang tidur bukan Ai Kaew, sama dengan dia sedang di rumah rakit Khun Phra pasti

- Bisakah, tolong menunggu, hari itu mungkin tidak lama, sampai hari yang hati lewat sampai hari yang memperhatikan

- Bisakan cinta bersama

- Pengetahuan banget

- Sebenarnya sampai barat bisa membatalkan budak sukses itu lama dan banyak orang meninggal seperti ini

- Betul

- Jadi beliau tidak mau negara kita ikut perang kejadian sama

- Semuanya harus membuat dengan berhati-hati lah

- Betul, derajat budak bisa kaya karena tenaga kerja budaknya

- Kalau cepat membatalkan budak, pasti derajat budak tidak puas, mungkin mau membuat semrawut

- Acara pelan-pelan membatalkan budak, untuk derajat budak bisa cari cara hal malah budaknya, jadi paling betul

- Makanan ringan, Khun Phi, istirahat dulu

- Ini Nong Daeng sedang demam?

- Masih usah memasak makanan ringan untuk Phi lagi

- Saya sudha ingatan, tapi Khun Daeng tidak mendengar

- Mau membuat makanan ringan sendiri terus

- Saya tahu diri, sekedar ini saya tidak terlalu ada masalah dong

- Kaew, makan makanan ringan dulu

- Khun Daeng, ada apa?

- Saya kira Khun Daeng seharusnya kembali istirahat dulu

- Ya itu, Nong Daeng seharusnya istirahat dulu

- Khun Daeng bisa berjalan kah?

- Saya minta antar

- Kenapa, Ai On

- Karena

- Khun Daeng sudha minum obat kah?

- Kalau belum, saya mau ambilkan

- Sudah minum

- Saya terganggu sejak kecil sampai besar minum hanya obat

- Kuat tidak lama jadi sakit lagi

- Jangan terlalu pikir, sakit itu biasa

- Lebih khawatir, lebih tidak sembuh

- Sejak Nang Bunjerm menggertak Khun Daeng

- Saya mulai curiga bahwa dia gila diri

- Sampai saya melihat Khun Daeng memberi baik kepada Ai Kaew lebih banyak daripada biasa

- Melihat seperti ini, walapun Khun Daeng masih demam

- Ketika tahu Ai Kaew ketemu Khun Phra, Khun Daeng cepat berdiri memasak makanan ringan

- Dan Chao Kaew

- Ada terlihat mencintai, suka Khun Daeng kah?

- Tidak, saya kira Ai Kaew juga tidak tahu diri bahwa Khun Daeng ada hati untuk dia

- Khun Phra melarang Ai Kaew datang di rumah rakit lagi

- Chao Kaew begitu jahat? Jadi engkau anti

- Bukan, Ai Kaew orang baik, rajin belajar, cinta maju

- Tapi dia sebagai budak

- Meskipun dia bebas, juga tidak cocok dengan Khun Daeng

- Saya makasih

- Yang engkau mencintai saya sama adik

- Kalau berpikir seperti kamu, orang tidak berusaha membuat baik lagi

- Walaupun ada berapa rajin

- Kalau lahir jadi rendah, harus rendah selalu

- Benarkah?

- Khun Phra setuju?

- Bukan

- Walau saya tidak jijik Chao Kaew, tapi harus melihat lebih banyak

- Kalau dia seperti orang berkhianat 

- Dan menggunakan Nong Daeng seperti tangga

- Saya tidak setuju memberikan adik saya kepada dia

- Kalau dia rajin, membuat baik sampai setinggi adik saya

- Saya tidak anti, yang setuju Chao Kaew jadi adik ipar dong

- Lu sudah kalah, ikut gue pergi ketemu Than Chao Khun sekarang

- Bercanda sudah cukup? Ai Khok

- Kenapa Phi tahu, saya usah membuat rencana dengan baik

- Hanya kecil seperti ini, kenapa aku tidak tahu

- Dan kenapa tidka tidur di tempat tidur, kalau lelompok P’Bunmee mencari bukti untuk tangkap

- Itu rencana tidka gagal?

- P’Bunmee sudah datang

- Dan hampir gagal juga

- Dan kenapa engkau bisa lewat

- Mau bagaimana terus, P’Mee kenapa tidak melihat

- Kalau adalah Ai Kaew benar

- Itu rencana kita gagal lah

- Kita lebih gagal kesempatan tangkap Ai Kaew

- Kalau kita tidak masuk melihat, kita tidak tahu bahwa ini Ai Kaew kah?

- P’Kaew, beridi makan ubi bakar

- Ai Khok jangan banyak kaget bicara

- Kelompok P’Mee sedang melihat berusaha tangkap curigakau

- Saya memberikan makan

- Enakkah Phi?

- Banyak makan

- Baik

- Mau bunuh? Nang Jerm

- Kelompok P’Mee sudah pergi

- Dan engkau tahu bagaimana, kelompok P’Mee berusaha melihat tangkap aku

- Tidak susah, ketika aku lihat kelompok P’Mee terlihat curiga jaid bersembunyi ikut

- Jadi tahu mereka mau membuat apa

- Walaupun P’Kaew pintar, tapi orang kelompok lebih sedikit daripada kelompok P’Mee

- Kalau tidak ada aku membantu, bisa berapa lewat

- Nang Jerm juga berbicara betul, P’Kaew

- Kalau tidka ada dia membantu, pasti ada ditangkap sejak lama

- Sejak dia berkhianat aku

- Aku berpikir dia tidak mau membantu aku lagi

- Tidka pikir dulu, bahwa dia mau pindah hati

- Tidak pindah hati lah Phi, dia masih harap

-Tapi Nang Jerm adalah orang cemburu parah banget

- Alasan yang dia berkhianat untuk Phi membatalkan hubungan dengan Khun Daeng saja

- Sebenarnya dia tidak mau Phi sakit

- Menunggu siapa sejak pagi?

- Mungkin bukan saya

- Sudah salah, saya menunggu engkau

- Saya mau makasih engkau kejadian semalam

- Kalau kejadian itu tidak usah makasih

- Sama dengan saya menyantuni yang saya penah berkhianat lah

- Engkau tidak anti yang saya mau belajarkah?

- Bisa anti kah?

- Saya sudah menyerah, Phi sombong banget

- Walau ditangkap, Phi harus melarikan diri kesana lagi

- Dan saya harus membuat Phi dihukum untuk apa?

- Makasih, Nang Jerm

- Sebentar, saya tidak anti Phi hanya tentang belajar saja

- Tapi kalau saya tahu bahwa Phi bernsembunyi ada hati kepada adik perempuan Khun Phra lagi

- Kalau ini, Phi harus melihat daya Nang Jerm lagi pasti

- Kenapa saya ada hati kepada Khun Daneg, Nang Jerm

- Karena hati saya sudah memberikan kepada perempuan lain sampai habis

- Orang seperti saya tidak cukup berharta

- Bahwa kamu adalah orang yang saya ingin

- Walapun berapa capek

- Adik laki-laki saya, begitu jelek
(Orang Thailand zaman dulu harus bilang jelek kepada bayi, untuk menipu hantu jadi hantu tidak mengambil anak)

- Dan Anda sudah memberi adik nama?

- Ayah sudah memberikan biksu horoskop

- Sedang memlih nama yang baik

- Kalau ada waktu kosong, meolong membawa adik mengunjungi saya di rumah, saya mau ketemu adik

- Iya, kalau Khun Namthip tidak ada masalah apa-apa, saya mau sering membawa anak sujud

- Kenapa harus sujud, ini sebagai adik laki-laki saya

- Dan rumah yang saya tinggal juga rumah adik saya

- Sebenarnya seharusnya pindah tinggal bersama

- Mungkin rencananya, Nang Ob Choey

- Aku tidak percaya dong, bahwa anak beda dengan ayahnya

- Tapi sudah melihat tidak mau bohong, tante

- Mungkin anak prempuan kakek Phraya Na Lom adalah orang baik

- Karena saat P’Nim hamil, dia juga sering mengirim benda

- Sama dengan bukan orang kejam

- Aku tidak percaya, mungkin dia berpikir mau menggertak cucuku

- Lihatlah, siapa mau mencintai kepada anak istri simpanan benar

- Kalau tante tidak percaya, kenapa tidak melihat dengan mata sendiri, mau tahu bahwa yang mana benar, yang mana tidak benar

- Kalau aku boleh keluar, aku sudah keluar, aku tidak mau melihat muka dia

- Kalau tidak karena respek anak-cucu, aku mengirim orang memupul kepalanya

- Banyak masalah benar

- Pergi sendiri, tidak pergi, ketika saya bilang, tante tidak percaya

- Mau apa, tante

- Aku harus khawatir, curiga dulu, Bang Ob Choey

- Mendenga kataku dengan baik

- Kalau siapa berpikir menggertak cucuku

- Harus menyeberang jenazah Nang Norm, orang ini dulu

- Terlihat adik laki-laki saya sudha marah laper

- Mae Nim memberi susu dulu

- Kejadian hari ini, ayah harus mencela anak

- Kejadian apa, ayah?

- Kejaidan yang anak terlalu akrab kepada Mae Nim

- Tidak cukup, masih mengajak sampai rumah

- Rumah adalah punya ayah sama anak

- Mae Nim tidak ada hak masuk sekedar sedikit

- Tapi Mae Nim sebagai istri ayahnya, dan anak laki-lakinya juga anak laki-laki ayahnya

- Dan kenapa ayah tidka boleh Mae Nim pergi ke rumah kita?

- Anak itu sebagai anak ayah, harus diasuh dengan baik

- Tapi Mae Nim hanya sebagai istri simapanan, tidak cocok masuk rumah besar

- Karena seperti buat diri setinggi ibu kamu

- Hidup ayah, punya ibu kamu sebagai istri utama yang bisa diangkat saja

- Perempuan lain, jangan berpikir sombong

- Tapi anak tidak pernah melihat Mae Nim sombong, menjadi tahu diri lagi

- Karena ikut tahapan Mae Nimnya, tidak seharusnya jadi istri simapanan siapa-apa

- Ayah sebagai Phraya Phan Thong (yang terima tahapan dari Raja). Kalau sebagai istri simpanan ayah, ada masalah apa?

- Dan apalagi, lepas Mae Nim tahu diri seperti ini sudah baik

- Jadi bisa mudha kontrol

- Malam ini mungkin ayah harus bekerja sampai selesai

- Mungkin sampai pagi

- Mae Namthip tidak usah menunggukan ayah

- Saya tidka tahu bahwa Than Chao Phraya mau datang, jadi saya mau menunggukan

- Tidak apa-apa, saya hanya ketemu Senopati Than Chao Khunnya

- Ini Mae Namthip, anak perempuan saya

- Ini Khun Namthip? Begitu cantik kepada mata seperti Phra Nititham Leucha berbicara

Comments

Popular posts from this blog

Laso tempat tidur - siji

Taktah bunga - rolikur